Setelah selesai dari produksi film The Doll 2, kami berdua kembali sibuk dengan event untuk Kompi Zombie. Sebenarnya ketika syuting film The Doll 2 juga event dari Kompi Zombie tetap berjalan, jadi paralel antara Visioner FX dengan team Kompi Zombie. Tetapi jujur saja, saat itu kami berdua tidak tahu apakah setelah selesai dengan film The Doll 2 maka Visioner FX akan terus mendapatkan projek film lagi, atau hanya one hit wonder and gone. Kalau untuk Kompi Zombie sih aman, saat itu event kerap kali berdatangan kepada kami, dan itu hasil dari keseriusan kami di dalam handled event sehingga para klien happy dengan hasilnya. Baik dari segi makeup zombie, dan juga para talent zombie kami. Hingga pada suatu malam saya menerima telepon...
Pada suatu malam di bulan Juli 2017, saya menerima telepon dari nomor tidak dikenal, dan penelpon mengatakan bahwa dia merupakan perwakilan dari K2K Pictures yang saat itu memerlukan talent zombie untuk muncul di produksi filmnya. Habis perkenalan singkat, lalu penelpon menceritakan maksud dari teleponnya itu, dan seperti biasa diikuti dengan pertanyaan mengenai rate card alias harga. Saya lalu menanyakan treatment yang dihendaki oleh team produksi berkaitan dengan kemunculan zombie nantinya, dan jadwal syuting berapa lama serta lokasinya di mana. Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan tadi, maka saya katakan segera akan memberikan kabar. Telepon selesai, lalu saya berdiskusi dengan Yonna mengenai penawaran tadi sekaligus kalkulasi mengenai harga yang akan kami ajukan ke K2K Pictures.
Setelah itu saya Google nama K2K Pictures, dan baru menyadari bahwa itu adalah perusahaan film milik K.K. Dheeraj yang biasanya membuat film-film horor esek-esek dan horor komedi berbumbu seks serta biasanya ada adegan buka-bukaan dengan judul film yang mesum bila dibaca. Misalnya film dengan judul; "Mas Suka, Masukin Aja" atau "Anda Puas, Saya Loyo" lalu "Pocong Mandi Goyang Pinggul" kemudian "Pelukan Janda Hantu Gerondong" dan masih banyak lagi.
Namun, semua judul film yang aneh dan mesum itu ketika masih bernama K2K Productions. Didirikan sejak tahun 2006, dan membuat film horor pertamanya pada tahun 2007 dengan judul Gendoruwo. Nama K2K Productions digunakan terakhir pada tahun 2012 setelah memproduksi film horor, malam Suro di Rumah Darmo. Kemudian berganti nama menjadi K2K Pictures sewaktu membuat film berjudul Jokowi yang didedikasikan untuk pak Joko Widodo pada tahun 2013, dan semenjak itu tidak lagi membuat film horor komedi mesum melainkan mulai berubah dengan membuat film serius.
Di tahun 2017, K2K Pictures berganti nama menjadi Dee Company dan mengubah image menjadi production house yang kompeten di dalam membuat film horor serius, dan projek pertamanya adalah film berjudul Gasing Tengkorak yang melibatkan kami ini.
Esok harinya saya menghubungi pihak K2K Pictures dan terjadi negosiasi yang cukup alot, bahkan sampai ada tiga orang yang melakukan komunikasi dengan saya. Hingga akhirnya tercapai kesepakatan antara kami dengan K2K Pictures, dan proses administrasi selesai. Baru saya menghubungi team, dan menanyakan siapa saja yang available waktunya untuk bisa ikutan syuting karena di sini melibatkan team special effects makeup dan juga team talents buat zombie.
Setelah semua persiapan aman, maka di hari H-nya kami berangkat menuju lokasi syuting. Total hari untuk syuting film Gasing Tengkorak adalah 12 hari, dan 10 hari berada di daerah Bojong Koneng, Bogor. Sementara sisa harinya buat syuting di Jakarta, dan satu hari syuting penuh di kawasan Studio Alam TVRI, Depok. Dan kami dipanggil buat syuting saat pengambilan gambar di Studio Alam TVRI tersebut, sejak siang sampai dini hari.
Sutradara film Gasing Tengkorak adalah mas Jose Poernomo, dan ini juga menjadi film horor pertama yang diperankan oleh aktris Nikita Willy. Selain Nikita Willy, film Gasing Tengkorak juga dibintangi oleh Rendi Bragi dan Voke Victoria serta Vebby Palwinta. Untuk plot cerita dan daftar pemeran film Gasing Tengkorak, dapat dilihat dari tautan yang ada di bawah ini:
https://id.wikipedia.org/wiki/Gasing_Tengkorak
Di film Gasing Tengkorak, team Visioner FX yang terlibat adalah special effects makeup dan zombie talents dengan konsep zombie itu seperti zombie di game Resident Evil. Adegan zombie langsung diarahkan oleh saya di lokasi syuting, termasuk blocking area dan gerakannya. Lalu setelah semua siap, maka kami rehearsal dulu sekitar dua atau tiga kali sebelum mulai syuting. Dan setelah oke serta mas Jose Poernomo setuju dengan blocking juga gerakannya, baru adegan tersebut mulai di syuting. Alhamdulillah proses syuting berjalan lancar, dan diulang sekali lagi untuk stock film shot serta ada pengambilan gambar wajah zombie secara close-up. Selesai syuting sekitar jam setengah 3 pagi, dan sesudah beberes maka saya bersama Yonna lalu pulang ke rumah.
Namun, sebelumnya ada sedikit miskomunikasi karena mas Jose rupanya ingin makeup zombie yang clean atau less bloody supaya luka di wajah zombie itu terlihat. Hanya saja hal tersebut tidak disampaikan kepada kami oleh team penyutradaraan, sehingga kami masih berpatokan kepada pesan dari produser yang ingin zombie ala game Resident Evil. Tetapi hal tersebut dapat diselesaikan, dan tidak menjadi masalah.
Untuk mengetahui para crew dari film Gasing Tengkorak, dapat buka tautan berikut ini:
https://www.imdb.com/title/tt7485004/fullcredits/?ref_=tt_cl_sm
Film Gasing Tengkorak tayang di bioskop Indonesia pada 2 November 2017, dan selama masa tayangnya berhasil meraih 422.330 penonton. Merupakan produksi Dee Company bersama dengan MD Pictures, dan di dalam daftar urutan film terlaris Indonesia tahun 2017 berada di posisi ke 27.
Terima kasih sudah membaca, dan tetap stay tune jangan kemana-mana serta monitor blog menarik ini. Salam Visioner!

No comments:
Post a Comment