Monday, December 11, 2023

The Doll 2

Sebuah prolog...

Hari Minggu siang di tanggal 27 November 2016. Saya bersama team Kompi Zombie sedang berada di area belakang gedung PFN, Jakarta Timur. Saya mendampingi team Kompi Zombie yang sedang terlibat syuting untuk sebuah produksi TVC buat YouTube. Sementara syuting masih berlangsung, dan sepertinya sudah aman buat saya tinggal, maka saya lalu berjalan masuk ke dalam gedung menuju ruang makeup yang ber-AC karena udara di luar terasa semakin panas.

Setelah masuk ke dalam ruang makeup, tampak Yonna sedang duduk di kursi, menikmati sejuknya ruangan sambil memegang hape. Tugas Yonna buat urusan makeup para zombie telah selesai, dan nanti untuk touch-up makeup tinggal dibantu oleh asisten makeup saja. Kemudian saya berjalan untuk mengambil bangku buat duduk, tiba-tiba hape di kantong celana bergetar. Seperti biasa kalau berada di lokasi syuting maka sudah ada peraturan bahwa semua alat komunikasi wajib di silent, walau terkadang tidak total silent melainkan cuma di vibrate saja seperti saya. Hanya konsekuensinya adalah jangan terlalu dekat dengan area pengambilan gambar buat syuting, khawatirnya bocor suara saat sedang di take.

Saya lalu melihat caller id, dan tertera di layar hape ada nama Saykoji. Kemudian saya jawab teleponnya, "Yo bro Saykoji, what's up?" Terdengar suara, "Hello bro, ini Igor... Apa kabar?" Setelah saling bertanya kabar masing-masing selama beberapa belas detik, lalu Saykoji menyampaikan berita dengan narasi kurang lebih sebagai berikut, "Jadi gue lagi mau ada projek dengan Rocky Soraya yang punya Hitmaker Studios. Dan Rocky rencananya mau buat film zombie. Gue sudah kasih nama lo ke Rocky, dan mau diajakin ketemuan untuk bahas filmnya. Lo bisa kontak Rocky gak buat janji ketemuan?" Setelah Saykoji bilang begitu, lalu pertanyaan saya ke Saykoji adalah, "Ini buat sinetron atau film bioskop?" Igor Saykoji jawab, "Bukan sinetron bro, buat film bioskop." Bling bling...

Sedikit kilas balik, jadi di tahun 2016 itu, saya sedang ada pembicaraan dengan sebuah production house untuk terlibat di dalam satu projek film layar lebar dengan genre zombie. Jadi anggota Kompi Zombie akan dilibatkan sebagai talent zombie, dan juga team makeup untuk urusan makeup zombie. Selama beberapa bulan telah berlangsung pembicaraan serius dengan sutradara yang merangkap sebagai script writer, juga dengan produser film, line producer, dan beberapa chief crew department yang akan terlibat, seperti Director of Photography, visual effects, dan juga finance. Sebelumnya di tahun 2015, Kompi Zombie sudah terlibat di film pendek zombie dengan sutradara dan juga sinematografer yang sama, jadi kami sudah saling kenal. Dan kembali ke tahun 2016, pada saat itu produser film ini memiliki rencana untuk membuat film lain terlebih dahulu dengan genre komedi drama. Jadi budget film zombie akan dialokasikan untuk film komedi tersebut dengan pengharapan bahwa filmnya akan banyak mendatangkan penonton ke bioskop pada saat ditayangkan sehingga bisa menambah modal buat pengerjaan film zombie nantinya, oleh karena itu film zombie harus dimundurkan waktu produksinya.

Nah, di saat demikian, tiba-tiba Igor Saykoji menelpon dan memberi kabar kalau ada perusahaan film yang mempunyai rencana untuk membuat film zombie. Maka setelah selesai berbicara dengan Saykoji, tidak lama kemudian saya menerima pesan dari Saykoji berupa nomor telepon yang bisa dihubungi untuk buat janji dengan Rocky Soraya.

Saya lalu membahas kabar dari Saykoji tadi bersama Yonna, dan menurut Yonna tidak ada salahnya untuk ketemu dulu dengan Rocky Soraya buat mendengar apa yang akan disampaikan olehnya mengenai film zombie tersebut. Kata Yonna, seandainya nanti konsep film zombie yang akan dibuat oleh Rocky Soraya tidak sesuai dengan ekspetasi kamu, maka tidak usah diterima dan fokus dengan film zombie yang awal saja. Akhirnya kami putuskan di hari itu juga untuk mencoba telepon ke nomor yang diberikan oleh Saykoji tadi, dan ternyata tersambung serta diterima oleh pak Anand Mahtani yang lalu akan kasih kabar kapan bisa bertemu dengan Rocky Soraya.

Baiklah, mulai dari sini saya mulai memanggil dengan sebutan pak Rocky Soraya. Singkat cerita, saya dikabari oleh pak Anand kalau pak Rocky bisa menerima kedatangan kami besok pada hari Senin, 28 November 2016. Kami akan ketemu dengan pak Rocky Soraya di kantor Hitmaker Studios yang terdapat di dalam gedung Soraya Intercine Films di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dan pada hari Senin itu, saya bersama Yonna datang ke kantor pak Rocky di gedung Soraya Intercine Films, lalu setelah menunggu di ruang tunggu yang mewah, kami bertemu dengan pak Anand Mahtani dahulu untuk berkenalan. Baru setelah itu kami berdua dipanggil masuk ke ruang kerjanya pak Rocky Soraya.

Pak Rocky Soraya masih muda, tinggi, dan terlihat humble. Kami perkenalan dengan memakai bahasa Indonesia dan bercampur bahasa Inggris, suasananya tidak kaku. Pak Rocky menjelaskan konsep film zombie yang ingin dibuatnya, dan menanyakan apa yang bisa di support dari kami sebagai komunitas zombie. Saya menjelaskan bahwa kami dari Kompi Zombie dapat memberikan kumpulan talent zombie yang sudah terlatih menjadi zombie profesional, dan juga team makeup artist berpengalaman. Pertemuan berlangsung seru karena konsep film zombie yang pak Rocky ingin garap filmnya itu ternyata senada dengan visi dari kami, sehingga dapat saling bertukar ide.

Selesai pembahasan mengenai film zombie, lalu saya menanyakan kepada pak Rocky misalkan memerlukan special effects makeup artist untuk film horor, mungkin bisa mencoba skill dari istri saya, Yonna. Dan surprisingly pak Rocky tiba-tiba bertanya apakah ada contoh hasil makeup yang dapat dilihat... What, it's a miracle, right! Lalu Yonna memperlihatkan foto-foto hasil karya makeup yang pernah dibuatnya ke pak Rocky, dan pak Rocky tampak amazed melihatnya. God works in mysterious ways, setelah melihat hasil foto-foto karya makeup Yonna, lalu pak Rocky berkata kalau di bulan Februari 2017 nanti, Hitmaker Studios akan mulai syuting untuk film The Doll 2 yang merupakan lanjutan dari film The Doll yang telah tayang di bulan Oktober. Lalu pak Rocky menanyakan kepada Yonna apakah mau untuk terlibat di produksi film The Doll 2 sebagai special effects makeup... Bagaikan mimpi di siang bolong, tiba-tiba saja ditawarkan untuk menjadi crew film dan menjalankan sesuatu yang memang Yonna suka mengerjakannya, yaitu sebagai makeup artist. Well, kalau orang Jawa bilang, Gusti Allah ora sare. Allah tidak tidur. Apa yang menjadi salah satu keinginan dari Yonna untuk bisa merasakan bekerja di sebuah produksi film layar lebar, akhirnya terwujud dan dikabulkan Allah Azza wa Jalla.

Setelah meeting usai, kami berdua mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Rocky atas kesempatan yang diberikan. Kemudian pak Rocky memanggil orang legal yang biasa mengurusi masalah perjanjian dan kontrak kerja, yaitu mbak Susan untuk menindaklanjuti urusan administrasi dengan Yonna. Strange but true, kami datang untuk perkenalan dan meeting, malah selesai dari pertemuan lalu pulang dengan mendapatkan pekerjaan. Dan karena kami belum sempat menonton film The Doll yang sudah selesai tayang di bioskop Jakarta, maka pak Rocky lalu memerintahkan asistennya, yaitu mas Khamil untuk mengatur waktu supaya kami bisa menonton film The Doll di kantor Soraya Intercine Films.

Selesai semuanya beres dengan kontrak dan keperluan administrasi lainnya, itu di awal Desember 2016, maka pada bulan Januari 2017 kami pertama kali datang ke script conference untuk crew di gedung Soraya Intercine Films, dan berkenalan dengan chief dari berbagai department lainnya. Kebanyakan dari mereka sudah saling kenal karena pernah terlibat di produksi film Hitmaker Studios atau Soraya Films, hanya kami berdua crew yang paling baru. Dan pada akhirnya memang kami bisa akrab juga dengan crew lainnya secara profesional, bahkan setelah tidak lagi terlibat di produksi film The Doll 2 tapi kebetulan bekerjasama untuk projek film lainnya.

Film The Doll 2 merupakan film horor slasher, jadi memang banyak adegan darah dan juga luka tusukan serta adegan kesurupan. Untungnya pemeran utama dari film ini, yaitu Luna Maya bersedia untuk tampil total dan tidak keberatan untuk berdarah-darah selama proses syuting. Begitu juga dengan Sara Wijayanto yang tidak bermasalah dengan luka-lukaan, karena memang ada adegan di mana Luna Maya menyerang dan menusuk Sara Wijayanto berkali-kali. Mungkin adegan gore hanya saat satu bola mata dari Yani yang diperankan oleh Ira Ilva Sari mencelat keluar, dan kebanyakan scene lainnya adalah banjir darah.

Bisa membaca plot cerita dari film The Doll 2 dan juga informasi mengenai para pemerannya di dalam tautan yang ada di bawah ini:

https://id.wikipedia.org/wiki/The_Doll_2

Untuk mengetahui film crew yang terlibat di produksi film The Doll 2, bisa melihat di link berikut:

https://www.imdb.com/title/tt6409782/fullcredits/?ref_=tt_cl_sm

Lokasi syuting film The Doll 2 sebagian besar berada di daerah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dan syuting dimulai pada awal bulan Februari 2017 hingga akhir Maret 2017. Dan film The Doll 2 menjadi film Hitmaker Studios pertama yang berhasil menembus angka satu juta penonton, yaitu 1.226.864 penonton selama masa tayangnya di bioskop Indonesia. Angka itu mengalahkan jumlah penonton film pertamanya, The Doll yang ditonton oleh 550.252 penonton selama tayang di bisokop Indonesia. Not bad for us yang baru pertama kali terlibat di produksi film layar lebar Indonesia, dan film The Doll 2 berhasil masuk ke dalam 15 Film Indonesia Terlaris di tahun 2017 dengan menempati posisi ke-9.

Hasil epilog...

The Doll 2 menjadi kolaborasi pertama kami dengan pak Rocky Soraya sebagai sutradara sekaligus produser film, dan hingga Desember 2023 ini secara total ada delapan film yang telah kami kerjakan bersama dengan pak Rocky, semua film horor tentunya. Selain itu, Yonna juga membina hubungan baik dengan Luna Maya dan Sara Wijayanto sampai dengan sekarang.

Namun, pada akhirnya film zombie yang direncanakan untuk dibuat oleh pak Rocky Soraya sampai dengan hari ini belum terwujud. Mungkin banyak faktor yang dapat menjadi penundanya, bisa dari budget yang harus disiapkan untuk membuat satu film zombie keren dan mahal, atau faktor dari penonton film kita yang belum siap menonton film bertemakan zombie.

Sejauh ini sudah ada beberapa film layar lebar zombie Indonesia, dan semuanya gagal meraih banyak penonton. Ada film berjudul Kampung Zombie (2015), 5 Cowok Jagoan: Rise of the Zombies (2017), Reuni Z (2018), dan Zeta: When the Dead Awaken (2019), tidak ada yang sukses mendatangkan banyak penonton ke bioskop. Mungkin itu menjadi penyebab film zombie dari Rocky Soraya belum mau diproduksi, menunggu saat yang tepat. Let see...


Oh, mengenai film zombie yang sebelumnya juga akan dibuat dan akan melibatkan kami dari Kompi Zombie, ternyata sampai dengan sekarang juga tertunda dan masih berupa script saja. Film komedi drama yang rencananya akan dijadikan sebagai asupan modal film zombie, ternyata saat tayang di bioskop pada tahun 2018, kemungkinan hasilnya tidak sesuai dengan ekspetasi dari produsernya. Film itu adalah Rocker Balik Kampung, dan hanya meraih sekitar 14.300 penonton selama masa tayang di bioskop Indonesia.

That's all dari kami, dan salam Visioner!












No comments:

Post a Comment

Tahun Terlibat di Dalam Produksi Film

Sebelumnya sudah diinformasikan film layar lebar di mana Yonna dan Eric Kairupan terlibat dalam produksinya, dan kapan film layar lebar ters...