Sebelumnya, di postingan Visioner FX berjudul The Doll 2, telah diceritakan mengenai proses pertama kalinya Yonna dan Eric Kairupan bisa terjun masuk ke industri film Indonesia adalah melalui perantaraan Rocky Soraya yang merupakan pemilik perusahaan film Hitmaker Studios. Dan di tulisan kali ini, kami akan membahas secara singkat mengenai film-film apa saja yang telah dibuat oleh Hitmaker Studios serta sudah ditayangkan di bioskop Indonesia sejak rumah produksi ini hadir meramaikan industri perfilman Indonesia.
Tulisan ini juga merupakan salah satu bentuk terima kasih kami kepada Hitmaker Studios yang sudah bersedia mengajak pasangan Yonna dan Eric Kairupan untuk terjun ke dalam industri film Indonesia pada November 2016, dan semenjak itu eksistensi mereka sebagai crew film Indonesia tetap bertahan hingga sekarang.
Hitmaker Studios adalah sebuah perusahaan film di Indonesia yang didirikan oleh Rocky Soraya pada 1 April 2012, dan merupakan anak perusahaan atau subsidiary company dari Soraya Intercine Films. Untuk nama legal dari Hitmaker Studios adalah PT. Studio Film Sukses, dan film yang diproduksinya masih di genre horor serta drama.
Rocky Soraya membuat Hitmaker Studios salah faktornya adalah passion dirinya terhadap film, dan ini bisa dibuktikan dengan keseriusannya menjadi sutradara untuk sebuah film drama berjudul Chika yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Film Chika tayang di bioskop Indonesia pada 26 September 2008, dan berhasil mendatangkan 319.602 penonton. Kemudian dirilis kembali oleh Netflix Indonesia dengan judul Meet Me in Venice. Di Hitmaker Studios, Rocky Soraya adalah pemilik perusahaan dan juga CEO, serta menjadi produser film dan terkadang sebagai sutradara film dan script writer juga.
Sejak film pertama Hitmaker Studios tayang di bioskop, yaitu Rumah Kentang pada tahun 2012 hingga sekarang, hampir semua film-filmnya itu selalu berada di dalam daftar 15 Film Indonesia terlaris pada tahun edar film tersebut. Tercatat baru ada tiga film Hitmaker Studios yang tidak berhasil berada di dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris ketika ditayangkan di bioskop, yaitu Mata Batin 2 di tahun 2019 dan Rumah Kentang: The Beginning yang juga tayang di tahun 2019 serta Indigo: Do You See What I See? di tahun 2023.
Selain itu, walau terbilang sebagai perusahaan film yang belum lama hadirnya di industri film Indonesia, tetapi seluruh film dari Hitmaker Studios setiap kali tayang di bioskop Indonesia selalu mampu untuk mendatangkan lebih dari 300 ribu penonton ke bioskop. Bahkan, sekarang ini sudah ada beberapa film dari Hitmaker Studios yang menjadi box office dengan berhasil mendatangkan satu juta penonton atau lebih ke bioskop Indonesia selama masa tayangnya. Jadi itu merupakan pencapaian yang luar biasa bagi sebuah perusahaan film Indonesia, terlebih lagi Hitmaker Studios setiap tahun selalu merilis film layar lebar, kecuali pada saat pandemi COVID-19 di tahun 2020 dan 2021. Namun, kekosongan itu digantikan oleh Hitmaker Studios dengan membuat web series berjudul Little Mom sebanyak 13 episode pada tahun 2021.
FIlm dari Hitmaker Studios selain ditayangkan di bioskop Indonesia, juga tayang di negara lain, yaitu Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Timor Leste, dan Jepang.
Di bawah ini adalah informasi singkat mengenai film layar lebar yang merupakan produksi dari Hitmaker Studios, dan telah tayang di bioskop Indonesia:
01. Rumah Kentang
Rumah Kentang menjadi film pertama dari Hitmaker Studios, tayang pada 4 Oktober 2012, memiliki genre horor, dan yang menjadi sutradara adalah Jose Poernomo. Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, film Rumah Kentang berhasil mendatangkan 401.067 penonton ke bioskop, dan berada diurutan ke-8 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2012. Film Rumah Kentang menampilkan aktris Shandy Aulia yang baru pertama kalinya berperan di film horor, dan Tasya Kamila.
02. 308
Film 308 merupakan film dengan genre horor, dan menjadi film produksi Hitmaker Studios kedua. Film ini tayang di bioskop pada 5 Juni 2013, dan yang menjadi sutradara film adalah Jose Poernomo dengan jajaran cast diperankan oleh Shandy Aulia, Denny Sumargo dan Kimberly Ryder. Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, film 308 mampu mendatangkan 352.248 penonton, dan berada diurutan ke-6 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2013. Film 308 ini sebenarnya mempunyai judul awal, Samudra Hotel. Namun, akibat ada pihak yang keberatan dengan judul tersebut, maka berganti menjadi 308.
03. Mall Klender
Menjadi film horor ketiga dari Hitmaker Studios, dan tayang pada 24 April 2014 dengan perolehan 334.173 penonton selama masa tayangnya di bioskop Indonesia. David Poernomo yang merupakan adik dari Jose Poernomo menjadi sutradara untuk film Mall Klender, dan aktris serta aktor yang berperan di film ini adalah Shandy Aulia, Denny Sumargo, Tasya Kamila serta Igor Saykoji. Film Mall Klender menempati urutan ke-9 dalam 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2014.
04. Rumah Gurita
Film dari Hitmaker Studios yang keempat adalah Rumah Gurita, dan masih mengusung genre horor. Sutradara film kembali dipegang oleh Jose Poernomo, dan berhasil mendatangkan 317.003 penonton selama masa tayangnya di bioskop, serta berada di posisi ke-10 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2014. Jadi selama tahun 2014, Hitmaker Studios merilis dua film horor, dan kedua-duanya berhasil masuk di dalam daftar 10 Film Indonesia Terlaris pada tahun 2014. Film Rumah Gurita tayang pada 30 Oktober 2014, dan menampilkan aktris Shandy Aulia, Boy William, serta Sara Wijayanto.
05. Tarot
Merupakan film Hitmaker Studios yang kelima, dan tayang di bioskop pada 7 Mei 2015 dengan Jose Poernomo kembali jadi sutradara filmnya. Film Tarot mampu meraih 329.258 penonton selama masa tayangnya di bioskop, dan menempati urutan ke-11 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2015. Aktris Shandy Aulia menjadi salah satu pemain di film Tarot bersama dengan Boy William, Sara Wijayanto, dan Aurelie Moeremans.
06. Sunshine Becomes You
Menjadi film Hitmaker Studios keenam, dan merupakan film pertama dari Hitmaker Studios yang bukan horor melainkan drama romantis. Dan untuk pertama kalinya juga, Rocky Soraya turun menjadi sutradara film untuk produksi film dari Hitmaker Studios setelah selama ini posisi sutradara film hampir semuanya dipegang oleh Jose Poernomo. Kejutan lainnya adalah tidak ada nama Shandy Aulia berperan di film ini, mengingat sejak awal Hitmaker Studios menayangkan film layar lebarnya selalu ada nama Shandy Aulia yang secara total telah terlibat di lima film Hitmaker Studios sebelumnya.
Film Sunshine Becomes You tayang di bioskop Indonesia pada 23 Desember 2015, dan berhasil masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2015 dengan perolehan 321.838 penonton dengan menempati urutan ke-12 di bawah film Tarot yang juga merupakan produksi film dari Hitmaker Studios. Jadi sama seperti di tahun 2014, maka di tahun 2015 ada dua film dari Hitmaker Studios yang berada dalam daftar 15 Film Indonesia terlaris. Dan film ini merupakan produksi Hitmaker Studios bersama E-Motion Entertainment, serta menampilkan Nabilah Ayu, Herjunot Ali dan Boy William untuk berperan dalam film tersebut.
07. The Doll
Rocky Soraya untuk pertama kalinya menjadi sutradara film dengan genre horor, setelah sebelumnya menyutradarai dua film drama, yaitu Chika di tahun 2008, dan Sunshine Becomes You pada tahun 2015. Sementara itu, Shandy Aulia kembali berperan di produksi Hitmaker Studios bersama dengan Denny Sumargo dan Sara Wijayanto.
Film The Doll tayang di bioskop Indonesia pada 27 Oktober 2016, dan menjadi film ketujuh dari Hitmaker Studios yang berhasil masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris karena selama masa tayangnya berhasil meraih 550.252 penonton serta berada di posisi ke-15 film Indonesia terlaris di tahun 2016. Dan film The Doll menjadi film dari Hitmaker Studios pertama yang berhasil menembus angka 500 ribuan penonton, setelah sebelumnya hanya berada pada kisaran 300 ribuan penonton saja, kecuali film Rumah Kentang yang ada di angka 400 ribuan penonton.
08. The Doll 2
Di bulan Februari 2017, Hitmaker Studios mulai produksi untuk film kedelapan, yaitu The Doll 2, dan film ini menjadi film pertama bagi pasangan Yonna dan Eric Kairupan dari Visioner FX untuk terlibat disebuah produksi film layar lebar Indonesia sebagai special effects makeup artists. Dan film The Doll 2 menjadi film pertama dari Hitmakers Studios yang merupakan film sambungan atau franchise films, serta nantinya akan berupa The Doll universe. Urutan filmnya adalah The Doll (2016), kemudian The Doll 2 (2017), lalu spin-off film Sabrina (2019), dan The Doll 3 (2022).
Film The Doll 2 tayang pada 20 Juli 2017, dan di hari pertama penayangan berhasil mendatangkan 61.913 penonton ke bioskop. Rocky Soraya menjadi sutradara film ini, dan untuk pertama kalinya aktris Luna Maya terlibat di dalam produksi film Hitmaker Studios sebagai pemeran utama wanita. Kehadiran Luna Maya di produksi film Hitmaker Studios sekaligus menghentikan kemunculan dari aktris Shandy Aulia yang telah menjadi pemeran utama wanita dalam enam film Hitmaker Studios, yaitu Rumah Kentang (2012), 308 (2013), Mall Klender (2014), Rumah Gurita (2014), Tarot (2015), dan The Doll (2016). Dan di film The Doll 2, selain Luna Maya juga menampilkan Herjunot Ali, Sara Wijayanto, Ira Ilva Sari, dan Mega Carefansa serta Rydhen Afexi.
The Doll 2 memiliki biaya produksi sekitar 7 miliar rupiah, dan menjadi film pertama dari Hitmaker Studios yang berhasil menembus satu juta penonton dengan memperoleh 1.226.864 penonton selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, sehingga melewati jumlah penonton di film The Doll. Dan The Doll 2 masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2017 dengan berada di posisi ke-9.
09. Mata Batin
Setelah masa tayang dari film The Doll 2 selesai di bioskop Indonesia, maka di bulan Agustus 2017, Hitmaker Studios mulai produksi untuk film kesembilan mereka dengan genre horor, yaitu Mata Batin. Sutradara film adalah Rocky Soraya, dan untuk special effects makeup dilakukan oleh Yonna Kairupan dan team dari Visioner FX. Sementara untuk jajaran pemain film ada nama Jessica Mila, Denny Sumargo, Citra Prima, dan Bianca Hello serta Epy Kusnandar. Bagi Denny Sumargo, Mata Batin adalah film keempat dirinya terlibat di dalam film produksi dari Hitmaker Studios setelah film 308 (2013), Mall Klender (2014), dan The Doll (2016).
Biaya produksi film Mata Batin sekitar 10 miliar rupiah, dan selama masa tayangnya di bioskop berhasil mendatangkan 1.282.557 penonton. Film Mata Batin tayang pada 30 November 2017, dan masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2017 dengan berada di posisi ke-8. Hasil itu membuat Hitmaker Studios di tahun 2017 berhasil menjadikan dua filmnya sebagai film Indonesia yang paling banyak mendatangkan penonton ke bioskop Indonesia. Dan untuk ketiga kalinya Hitmaker Studios mampu membuat dua film produksinya berada di dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris, yaitu di tahun 2014, 2015 dan 2017.
10. Sabrina
Film Sabrina merupakan spin-off dari The Doll universe, dan tayang di bioskop Indonesia pada 12 Juli 2018. Rocky Soraya menjadi sutradara film Hitmaker Studios kesepuluh ini, dan Luna Maya kembali berperan sebagai aktris utama bersama Christian Sugiono, Sara Wijayanto, dan Jeremy Thomas. Dan untuk special effects makeup artist di film Sabrina adalah Yonna Kairupan dari Visioner FX, sekaligus menjadi kerjasama yang ketiga kalinya dengan Hitmaker Studios setelah film The Doll 2 dan Mata Batin di tahun 2017.
Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, film Sabrina dari Hitmaker Studios ini mampu mendatangkan 1.337.510 penonton ke bioskop dan masuk menjadi 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2018 dengan berada di posisi ke-11.
11. Mata Batin 2
Setelah kesuksesan film Mata Batin di tahun 2017, maka Hitmaker Studios membuat sekuel dari film tersebut dengan judul Mata Batin 2. Film Mata Batin 2 tayang di bioskop pada 17 Januari 2019, dan yang menjadi sutradara film adalah Rocky Soraya dengan Jessica Mila tetap sebagai pemeran utama wanita. Selain Jessica Mila ada nama Sophia Latjuba, Nabilah Ayu dan Jeremy Thomas serta Bianca Hello berperan di film Mata Batin 2. Untuk pengerjaan special effects makeup di film Mata Batin 2 ini masih dilakukan Yonna Kairupan dari Visioner FX.
Produksi film Mata Batin 2 sedikit lebih mahal dibandingkan film Mata Batin, yaitu sekitar 11 miliar rupiah. Namun, film Mata Batin 2 tidak dapat melampaui kesuksesan film Mata Batin, dan selama masa tayangnya di Indonesia berhasil mendatangkan 569.515 penonton ke bioskop. Dan untuk pertama kalinya film dari Hitmaker Studios tidak masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris karena berada di posisi ke-27.
12. Rumah Kentang: The Beginning
Setelah enam kali berturut-turut menjadi sutradara film bagi produksi Hitmaker Studios, maka di film yang keduabelas dari Hitmaker Studios posisi sutradara dipegang oleh Rizal Mantovani. Dan team Visioner FX tidak terlibat di produksi film ini, setelah empat kali bekerjasama dengan Hitmaker Studios sejak film The Doll 2, diikuti oleh film Mata Batin, Sabrina, dan Mata Batin 2.
Luna Maya kembali berperan di film Hitmaker Studios ini, bersama dengan Christian Sugiono dan Epy Kusnandar serta Jajang C. Noer. Film Rumah Kentang: The Beginning menjadi film Luna Maya ketiga dengan Hitmaker Studios setelah The Doll 2 dan Sabrina, serta film kedua dirinya berpasangan dengan Christian Sugiono setelah film Sabrina di 2018.
Rumah Kentang: The Beginning tayang di bioskop Indonesia pada 21 November 2019. Selama masa tayang di bioskop Indonesia, film Rumah Kentang: The Beginning berhasil meraih 574.992 penonton, dan berada di posisi ke-26 dari seluruh film Indonesia yang tayang di bioskop pada tahun 2019 tersebut.
13. The Doll 3
Film The Doll 3 mulai produksinya itu di akhir bulan Februari 2020, tetapi akibat adanya COVID-19 dan PSBB maka syuting film dihentikan dahulu di pertengahan Maret 2020. Baru dilanjutkan kembali di bulan Desember 2020, dan selesainya di bulan Februari 2021. Namun, akibat masih berlakunya PSBB sehingga film The Doll 3 baru ditayangkan pada 26 Mei 2022.
Rocky Soraya kembali menjadi sutradara filmnya, dan Yonna Kairupan dari Visioner FX bertindak sebagai special effects makeup, tetapi kali ini tidak full satu film pada saat produksinya akibat sakit terkena bakteri TBC yang menyerang tulang belakang sehingga digantikan oleh makeup artist lain selama proses kesembuhannya.
Jessica Mila menjadi pemeran utama wanita di film The Doll 3, sehingga secara total dirinya telah bermain di tiga film dari Hitmaker Studios. Selain itu ada nama Winky Wirawan, Masayu Anastasia, Sara Wijayanto, dan Jeremy Thomas.
Setelah dua kali gagal meraih satu juta penonton di dua film terakhir, maka kali ini Hitmaker Studios berhasil mendatangkan 1.767.049 penonton ke bioskop selama masa tayang film The Doll 3 di bioskop Indonesia. Angka itu sekaligus menjadi jumlah penonton film terbanyak yang pernah didapatkan Hitmaker Studios setelah satu dekade hadir di dalam industri film Indonesia, walau sekarang sudah terpecahkan oleh film Hitmaker Studios lainnya. Dan film The Doll 3 kembali mengantarkan Hitmaker Studios untuk masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2022 dengan berada di posisi ke-9.
14. Argantara
Di tahun 2022, Hitmaker Studios menayangkan dua film layar lebarnya di bioskop Indonesia. Pertama adalah The Doll 3, dan yang kedua merupakan film drama aksi remaja berjudul Argantara dengan Guntur Soeharjanto sebagai sutradara filmnya serta tayang di Indonesia pada 29 Desember 2022.
Argantara menjadi film keempatbelas dari Hitmaker Studios, dan menampilkan Aliando Syarief, Natasha Wilona, Teuku Rassya, dan Jeremy Thomas untuk berperan di film tersebut. Dan selama masa tayangnya di Indonesia berhasil meraih 1.101.359 penonton ke bioskop sehingga masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris 2022 dengan berada di peringkat ke-14. Jadi di tahun 2022, Hitmaker Studios kembali memasukkan dua filmnya di dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris seperti di tahun 2014, 2015 dan 2017 lalu.
15. Indigo: Do You See What I See?
Indigo menjadi film kedelapan untuk Rocky Soraya bertindak sebagai sutradara buat produksi Hitmaker Studios, dan Yonna Kairupan dari Visioner FX kembali bertugas sebagai special effects makeup. Dan kerjasama antara Visioner FX dengan Hitmaker Studios telah berjalan untuk enam film sejak tahun 2017, dan hanya satu film yang gagal meraih satu juta penonton, yaitu Mata Batin 2 (2019) saja.
Film Indigo: Do You See What I See? merupakan kerjasama antara Hitmaker Studios dengan Legacy Pictures, dan tayangnya pada 19 Oktober 2023, serta berhasil mendatangkan 1.015.231 penonton ke bioskop. Namun, walau dapat meraih satu juta penonton, tapi Indigo tidak berhasil masuk ke dalam daftar 15 Daftar Film Indonesia Terlaris tahun 2023 karena berada di posisi ke 19.
Di produksi film kali ini, Hitmaker Studios tidak memakai aktris yang sering tampil dalam film mereka, seperti Luna Maya atau Jessica Mila, melainkan ada satu nama baru, yaitu Amanda Manopo. Dan untuk pemeran pria adalah Aliando Syarief, didampingi oleh Sara Wijayanto dan Nicole Rossi. Bagi Sara Wijayanto, Indigo menjadi filmnya yang keenam bersama dengan Hitmaker Studios.
16. Panggonan Wingit
Sama seperti di tahun 2022, maka Hitmaker Studios di tahun 2023 menayangkan dua film dalam satu tahun. Selain Indigo: Do You See What I See?, ada satu film horor lagi berjudul Panggonan Wingit dengan Guntur Soeharjanto sebagai sutradara film dan tayang pada 30 November 2023 di bioskop Indonesia. Panggonan Wingit merupakan kerjasama antara Hitmaker Studios dengan Legacy Pictures meraih 1.800.003 penonton selama tayang di bioskop Indonesia, dan berhasil masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2023 dengan berada diurutan ke-10. Dan jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan film Sabrina, tetapi masih di bawahnya film The Doll 3.
Panggonan Wingit kembali bersama dengan Luna Maya dan Christian Sugiono serta Bianca Hello di jajaran cast filmnya, dan ada nama aktor Egi Fedly juga. Ini menjadi film keempat bagi Luna Maya bersama dengan Hitmaker Studios, sekaligus film ketiganya berpasangan dengan Christian Sugiono setelah Sabrina (2018) dan Rumah Kentang: The Beginning (2019).
Akhir kata, sementara ini Hitmaker Studios telah menayangkan 16 produksi film layar lebarnya di bioskop Indonesia sejak tahun 2012, dan Visioner FX terlibat di dalam enam produksi filmnya sejak tahun 2017 hingga tahun 2023, yaitu The Doll 2 (2017), Mata Batin (2017), Sabrina (2018), Mata Batin 2 (2019), The Doll 3 (2022), dan Indigo: Do You See What I See? (2023). Semoga kerjasama dengan Hitmaker Studios ini akan berlanjut, tetapi misalkan tidak pun, kami tetap menghaturkan rasa terima kasih kepada Hitmaker Studios terutama kepada pak Rocky Soraya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk dapat terjun dan terlibat di dalam industri film Indonesia. Terima kasih, dan salam Visioner!
Bahan bacaan:
https://hitmakerstudios.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Hitmaker_Studios