Wednesday, January 31, 2024

Tahun Terlibat di Dalam Produksi Film

Sebelumnya sudah diinformasikan film layar lebar di mana Yonna dan Eric Kairupan terlibat dalam produksinya, dan kapan film layar lebar tersebut tayang di bioskop Indonesia. Namun, jadwal tayang atau masa edar film layar lebar di bioskop itu tidak menjadi satu kondisi bahwa produksi film tersebut juga sama dengan jadwal tayang film di bioskop. Dan berikut di bawah ini adalah tahun di mana film yang Yonna dan Eric Kairupan terlibat di produksi syutingnya, tetapi tidak termasuk masa post-production.

Tahun 2017

1. The Doll 2 - Tayang 20 Juli 2017

2. Gasing Tengkorak - Tayang 2 November 2017

3. Mata Batin - Tayang 30 November 2017

4. Reuni Z - Tayang 12 April 2018


Tahun 2018

1. Sabrina - Tayang 12 Juli 2018

2. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur - Tayang 15 November 2018

3. The Sacred Riana: Beginning - Tayang 14 Maret 2019

4. The Sacred Riana: Bloody Mary - Tayang 28 Juli 2022

5. Tabu: Mengusik Gerbang Iblis - Tayang 24 Januari 2019

6. Mata Batin 2 - Tayang 17 Januari 2019

7. Kutuk - Tayang 25 Juli 2019


Tahun 2019

1. Dua Garis Biru - Tayang 11 Juli 2019

2. Jeritan Malam - Tayang 12 Desember 2019


Tahun 2020

1. The Doll 3 - Tayang 26 Mei 2022


Tahun 2021

-

Tahun 2022

1. Mumun - Tayang 1 September 2022

2. Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul - Tayang 21 September 2023


Tahun 2023

1. Indigo: What Do You See? - Tayang 19 Oktober 2023

2. Desa Mati - Tayang 6 Maret 2025


Tahun 2024

1. Ambar

2. Nurut Apa Kata Mama! Season 2 (web series) - Tayang 23 Juli 2024

3. Jalan Keluar

4. Main Api (television series) - Tayang 29 November 2024

5. Dia Bukan Ibu

6. Cinta Mati (television series) - Tayang 31 Januari 2025

7. Amin Tanpa Iman


Tahun 2025

1. Jembatan Shiratal Mustaqim 


Sementara ini, tahun 2018 menjadi tahun bagi Yonna dan Eric Kairupan yang paling penuh jadwal syutingnya dengan terlibat di dalam tujuh produksi film layar lebar. Semoga di tahun 2025 ini, Yonna dan Eric Kairupan dapat lebih banyak berkarya untuk meramaikan industri film Indonesia. Salam Visioner!

Sunday, December 31, 2023

Menjadi Salah Satu Nomine di Kelana Awards 2023

Pada hari Kamis malam, 29 Desember 2023, kami berdua sedang berada di dalam gerbong kereta commuter line dari stasiun kereta api Tanah Abang menuju ke stasiun kereta api Manggarai. Dan posisi duduk saya dengan Yonna adalah saling berhadapan karena sewaktu naik ke dalam gerbong kereta sudah penuh, lalu ada satu tempat dan saya berikan kepada Yonna untuk duduk, sementara saya berdiri saja. Tapi tidak lama kemudian, saya dicolek seseorang dari arah belakang yang menawarkan kursinya untuk saya duduki. Seorang pria muda yang mungkin merasa iba melihat saya berdiri dengan kondisi masih memakai tongkat. Terima kasih untuk kebaikan hatinya, mas.

Setelah saya duduk, tidak lama kemudian saya melihat wajah Yonna seperti ekspresi kaget gembira sambil memandang ke arah hapenya. Lalu Yonna memandang ke arah saya, dan memberikan hapenya untuk saya lihat. Dan ada tampilan seperti di bawah ini:



Alhamdulillah yaa Rabb. Jadi ada nama kami terpilih sebagai salah satu nomine untuk Penata Rias Terbaik - Film melalui film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul yang telah tayang di bioskop Indonesia pada 21 September 2023 serta berhasil mendatangkan 1.684.624 penonton ke bioskop. Sutradara untuk film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul adalah Awi Suryadi, dan ini merupakan produksi dari MD Pictures.

Namun, ada salah ketik untuk nama Yonna karena terteranya sebagai Yohana Kairupan, tetapi dari pihak penyelenggara telah meminta maaf atas kelalaian tersebut.

Penyelenggara untuk pemilihan ini adalah Kelana Sinema, sebuah komunitas dan media film yang eksis di Instagram dan juga aplikasi X. Sementara untuk nama penghargaannya adalah Kelana Awards 2023, terdiri dari berbagai macam kategori juga.

Sementara ini masih belum tahu kapan pemilihannya berlangsung, tapi bagi kami berdua dengan melihat nama kami terpilih sebagai salah satu nomine saja itu sudah cukup membahagiakan. Seperti hadiah penutup di akhir tahun 2023 yang secara filmography untuk kami terasa kurang, walau dua film yang kami terlibat di dalamnya berhasil meraih 1 juta penonton atau lebih selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, yaitu Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul, dan Indigo.

Mungkin Kelana Awards ini seperti tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Piala Citra dari Festival Film Indonesia, atau Piala Maya yang lebih dahulu eksis. Namun, buat saya melihat ada nama Yonna Kairupan itu sudah menjadi kebahagiaan secara memang she derserves it.

Selain karakter pocong gundul di dalam film Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul, ada beberapa film yang sebenarnya memperlihatkan kehebatan Yonna sebagai special effects makeup artist. Beberapa film itu ada di filmnya Hitmaker Studios, yaitu Sabrina (2018), Mata Batin 2 (2019), dan Indigo (2023). Kemudian karakter pocong Mumun di film Mumun (2022) juga luar biasa, serta ada di film horor yang sayangnya jumlah penontonnya itu tidak banyak, yakni Kutuk (2019) dan juga The Sacred Riana: Beginning (2019).

Hanya saja untuk Hitmaker Studios, sejak dari awal Rocky Soraya telah menyampaikan kepada kami kalau beliau tidak melihat bahwa pencapaian individu atau rekognisi bagi crew di dalam satu produksi film itu penting, tetapi hasil dari keseluruhan film that's what matters. Maksudnya, bagi beliau itu hasil akhir dari sebuah film adalah yang terpenting, yaitu film tersebut dapat mendatangkan banyak penonton atau tidak. Sehingga Hitmaker Studios tidak merasa memiliki kepentingan untuk memasukkan filmnya dan juga para crew yang terlibat diproduksinya tersebut ke dalam sebuah festival film, kecuali mereka memang dipilih oleh festival film itu sendiri.

Anyway, we're so happy with this Kelana Awards 2023 selection, even though the other nominees are good too in the terms of special effects makeup artist in Indonesian film industry. We'll see, and always stay tune with this blog for more updates. Salam Visioner!

UPDATE

Peraih Medali Moringa Emas untuk Penata Rias Terbaik kategori Film adalah Jerry Octavianus.





Saturday, December 30, 2023

Sutradara Film Indonesia dengan 1 Juta Penonton: Parte Dos

Sebelumnya, dalam postingan Sutradara Film Indonesia dengan 1 Juta Penonton: Parte Uno telah disebutkan nama-nama sutradara film yang berhasil meraih satu juta penonton atau lebih dengan minimal 6 film. Dan di tulisan kali ini, yaitu Parte Dos akan menyebutkan para sutradara film Indonesia yang telah meraih satu juta penonton atau lebih dengan minimal 3 film dan maksimal 5 film sejak tahun 2007 hingga sekarang.

  1. Joko Anwar - 4 film
  2. Fajar Bustomi - 4 film
  3. Riri Riza - 4 film
  4. Ernest Prakasa - 4 film
  5. Angga Dwimas Sasongko - 4 film
  6. Kimo Stamboel - 3 film
  7. Pidi Baiq - 3 film
  8. Raditya Dika - 3 film

Daftar nama akan selalu diperbaharui sesuai dengan informasi film terbaru yang beredar dan memenuhi kriteria satu juta penonton. Dan untuk jumlah angka yang di bold itu artinya perolehan penonton terbanyak selama karirnya sebagai sutradara di dalam industri film Indonesia sejak tahun 2007 sampai hari ini.

01. JOKO ANWAR

1. Siksa Kubur
    Tayang tahun 2024
    Penonton sebanyak
    Produksi

2. Pengabdi Setan 2: Communion
    Tayang tahun 2022
    Penonton sebanyak 6.391.982
    Produksi Rapi Films, Sky Media, Brown Entertainment, Legacy Pictures, dan
    Come and See Pictures

3. Gundala
    Tayang tahun 2019
    Penonton berjumlah 1.691.699
    Produksi dari Screenplay Films, Bumilangit Studios, dan Legacy Pictures, serta
    Ideosource Entertainment
   

4. Perempuan Tanah Jahanam
    Tayang tahun 2019
    Jumlah penonton 1.795.068
    Produksi Rapi Films, BASE Entertainment, CJ Entertainment & Ivanhoe Pictures

5. Pengabdi Setan
    Tayang tahun 2017
    Penonton berjumlah 4.206.103
    Produksi Rapi Films dan CJ Entertainment


02. FAJAR BUSTOMI

1. Buya Hamka Vol. 1
    Tayang tahun 2023
    Penonton sebanyak 1.297.791
    Produksi Falcon Pictures dan StarVision serta Majelis Ulama Indonesia (MUI)

2. Milea: Suara dari Dilan*
    Tayang tahun 2020
    Jumlah penonton 3.157.817
    Produksi Max Pictures

3. Dilan 1991*
    Tayang tahun 2019
    Penonton berjumlah 5.253.411
    Produksi Max Pictures

4. Dilan 1990*
    Tayang tahun 2018
    Penonton sebanyak 6.315.664
    Produksi Max Pictures

* Co-Director with Pidi Baiq


03. RIRI RIZA

1. Petualangan Sherina 2
    Tayang tahun 2023
    Penonton berjumlah 2.414.504
    Produksi Miles Films dan BASE Entertainment

2. Ada Apa dengan Cinta? 2
    Tayang tahun 2020
    Jumlah penonton 3.665.509
    Produksi Miles Productions, Legacy Pictures, dan Tanakhir Films

3. Sang Pemimpi
    Tayang tahun 2009
    Penonton berjumlah 2.005.660
    Produksi Miles Films, Mizan Productions, dan SinemArt

4. Laskar Pelangi
    Tayang tahun 2008
    Penonton sebanyak 4.719.453
    Produksi Miles Films


04. ERNEST PRAKASA

1. Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan
    Tayang tahun 2019
    Penonton sebanyak 2.662.356
    Produksi StarVision

2. Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta Biasa
    Tayang tahun 2018
    Jumlah penonton 1.563.188
    Produksi StarVision, Miles Films, dan HOOQ Originals

3. Susah Sinyal
    Tayang tahun 2017
    Penonton berjumlah 2.172.512
    Produksi StarVision

4. Cek Toko Sebelah
    Tayang tahun 2016
    Penonton total 2.642.957
    Produksi StarVision


05. ANGGA DWIMAS SASONGKO

1. 13 Bom di Jakarta
    Tayang tahun 2023
    Penonton berjumlah 1.005.000
    Produksi Visinema Pictures, Indodax, Legacy Pictures, Barunson E&A, Volix
    Pictures, Folkativem dan INFIA

2. Mencuri Raden Saleh
    Tayang tahun 2022
    Jumlah penonton 2.350.741
    Produksi Visinema Pictures, Jagartha, Blibli.com, dan Astro Shaw

3. Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini
    Tayang tahun 2020
    Penonton sebanyak 2.642.957
    Produksi Visinema Pictures, IDN Media, Blibli.com, dan XRM Media

4. Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
    Tayang tahun 2018
    Penonton total 1.552.014
    Produksi Lifelike Pictues, dan 20th Century Fox


06. KIMO STAMBOEL

1. Sewu Dino
    Tayang tahun 2023
    Penonton sebanyak 4.886.406
    Produksi MD Pictures

2. Jailangkung 3: Sandekala
    Tayang tahun 2022
    Jumlah penonton 1.546.295
    Produksi Sky Media, CJ ENM, Rapi Films, Legacy Pictures, dan Nimpuna Sinema

3. Ivanna
    Tayang tahun 2022
    Penonton berjumlah 2.172.512
    Produksi MD Pictures, dan Pichouse Films


07. PIDI BAIQ

1. Milea: Suara dari Dilan*
    Tayang tahun 2020
    Jumlah penonton 3.157.817
    Produksi Max Pictures

2. Dilan 1991*
    Tayang tahun 2019
    Penonton berjumlah 5.253.411
    Produksi Max Pictures

3. Dilan 1990*
    Tayang tahun 2018
    Penonton sebanyak 6.315.664
    Produksi Max Pictures

* Co-Director with Fajar Bustomi


08. RADITYA DIKA

1. Hangout
    Tayang tahun 2016
    Penonton sebanyak 2.620.644
    Produksi Rapi Films

2. Koala Kumal
    Tayang tahun 2016
    Jumlah penonton 1.863.541
    Produksi StarVision

3. Single
    Tayang tahun 2015
    Penonton berjumlah 1.351.324
    Produksi Soraya Intercine Films

Sementara sampai di sini dahulu data mengenai sutradara film Indonesia yang berhasil meraih satu juta penonton atau lebih sebanyak minimal tiga film dan maksimal empat film, dan ini disebut sebagai Parte Dos atau Part Two. Stay tune for more interesting fun facts, dan salam Visioner!

Sunday, December 17, 2023

Hitmaker Studios

Sebelumnya, di postingan Visioner FX berjudul The Doll 2, telah diceritakan mengenai proses pertama kalinya Yonna dan Eric Kairupan bisa terjun masuk ke industri film Indonesia adalah melalui perantaraan Rocky Soraya yang merupakan pemilik perusahaan film Hitmaker Studios. Dan di tulisan kali ini, kami akan membahas secara singkat mengenai film-film apa saja yang telah dibuat oleh Hitmaker Studios serta sudah ditayangkan di bioskop Indonesia sejak rumah produksi ini hadir meramaikan industri perfilman Indonesia.

Tulisan ini juga merupakan salah satu bentuk terima kasih kami kepada Hitmaker Studios yang sudah bersedia mengajak pasangan Yonna dan Eric Kairupan untuk terjun ke dalam industri film Indonesia pada November 2016, dan semenjak itu eksistensi mereka sebagai crew film Indonesia tetap bertahan hingga sekarang.

Hitmaker Studios adalah sebuah perusahaan film di Indonesia yang didirikan oleh Rocky Soraya pada 1 April 2012, dan merupakan anak perusahaan atau subsidiary company dari Soraya Intercine Films. Untuk nama legal dari Hitmaker Studios adalah PT. Studio Film Sukses, dan film yang diproduksinya masih di genre horor serta drama.

Rocky Soraya membuat Hitmaker Studios salah faktornya adalah passion dirinya terhadap film, dan ini bisa dibuktikan dengan keseriusannya menjadi sutradara untuk sebuah film drama berjudul Chika yang diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Film Chika tayang di bioskop Indonesia pada 26 September 2008, dan berhasil mendatangkan 319.602 penonton. Kemudian dirilis kembali oleh Netflix Indonesia dengan judul Meet Me in Venice. Di Hitmaker Studios, Rocky Soraya adalah pemilik perusahaan dan juga CEO, serta menjadi produser film dan terkadang sebagai sutradara film dan script writer juga. 

Sejak film pertama Hitmaker Studios tayang di bioskop, yaitu Rumah Kentang pada tahun 2012 hingga sekarang, hampir semua film-filmnya itu selalu berada di dalam daftar 15 Film Indonesia terlaris pada tahun edar film tersebut. Tercatat baru ada tiga film Hitmaker Studios yang tidak berhasil berada di dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris ketika ditayangkan di bioskop, yaitu Mata Batin 2 di tahun 2019 dan Rumah Kentang: The Beginning yang juga tayang di tahun 2019 serta Indigo: Do You See What I See? di tahun 2023.

Selain itu, walau terbilang sebagai perusahaan film yang belum lama hadirnya di industri film Indonesia, tetapi seluruh film dari Hitmaker Studios setiap kali tayang di bioskop Indonesia selalu mampu untuk mendatangkan lebih dari 300 ribu penonton ke bioskop. Bahkan, sekarang ini sudah ada beberapa film dari Hitmaker Studios yang menjadi box office dengan berhasil mendatangkan satu juta penonton atau lebih ke bioskop Indonesia selama masa tayangnya. Jadi itu merupakan pencapaian yang luar biasa bagi sebuah perusahaan film Indonesia, terlebih lagi Hitmaker Studios setiap tahun selalu merilis film layar lebar, kecuali pada saat pandemi COVID-19 di tahun 2020 dan 2021. Namun, kekosongan itu digantikan oleh Hitmaker Studios dengan membuat web series berjudul Little Mom sebanyak 13 episode pada tahun 2021.

FIlm dari Hitmaker Studios selain ditayangkan di bioskop Indonesia, juga tayang di negara lain, yaitu Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Timor Leste, dan Jepang.

Di bawah ini adalah informasi singkat mengenai film layar lebar yang merupakan produksi dari Hitmaker Studios, dan telah tayang di bioskop Indonesia:

01. Rumah Kentang

Rumah Kentang menjadi film pertama dari Hitmaker Studios, tayang pada 4 Oktober 2012, memiliki genre horor, dan yang menjadi sutradara adalah Jose Poernomo. Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, film Rumah Kentang berhasil mendatangkan 401.067 penonton ke bioskop, dan berada diurutan ke-8 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2012. Film Rumah Kentang menampilkan aktris Shandy Aulia yang baru pertama kalinya berperan di film horor, dan Tasya Kamila.

02. 308

Film 308 merupakan film dengan genre horor, dan menjadi film produksi Hitmaker Studios kedua. Film ini tayang di bioskop pada 5 Juni 2013, dan yang menjadi sutradara film adalah Jose Poernomo dengan jajaran cast diperankan oleh Shandy Aulia, Denny Sumargo dan Kimberly Ryder. Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, film 308 mampu mendatangkan 352.248 penonton, dan berada diurutan ke-6 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2013. Film 308 ini sebenarnya mempunyai judul awal, Samudra Hotel. Namun, akibat ada pihak yang keberatan dengan judul tersebut, maka berganti menjadi 308.

03. Mall Klender

Menjadi film horor ketiga dari Hitmaker Studios, dan tayang pada 24 April 2014 dengan perolehan 334.173 penonton selama masa tayangnya di bioskop Indonesia. David Poernomo yang merupakan adik dari Jose Poernomo menjadi sutradara untuk film Mall Klender, dan aktris serta aktor yang berperan di film ini adalah Shandy Aulia, Denny Sumargo, Tasya Kamila serta Igor Saykoji. Film Mall Klender menempati urutan ke-9 dalam 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2014.

04. Rumah Gurita

Film dari Hitmaker Studios yang keempat adalah Rumah Gurita, dan masih mengusung genre horor. Sutradara film kembali dipegang oleh Jose Poernomo, dan berhasil mendatangkan 317.003 penonton selama masa tayangnya di bioskop, serta berada di posisi ke-10 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2014. Jadi selama tahun 2014, Hitmaker Studios merilis dua film horor, dan kedua-duanya berhasil masuk di dalam daftar 10 Film Indonesia Terlaris pada tahun 2014. Film Rumah Gurita tayang pada 30 Oktober 2014, dan menampilkan aktris Shandy Aulia, Boy William, serta Sara Wijayanto.

05. Tarot 

Merupakan film Hitmaker Studios yang kelima, dan tayang di bioskop pada 7 Mei 2015 dengan Jose Poernomo kembali jadi sutradara filmnya. Film Tarot mampu meraih 329.258 penonton selama masa tayangnya di bioskop, dan menempati urutan ke-11 dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2015. Aktris Shandy Aulia menjadi salah satu pemain di film Tarot bersama dengan Boy William, Sara Wijayanto, dan Aurelie Moeremans.

06. Sunshine Becomes You

Menjadi film Hitmaker Studios keenam, dan merupakan film pertama dari Hitmaker Studios yang bukan horor melainkan drama romantis. Dan untuk pertama kalinya juga, Rocky Soraya turun menjadi sutradara film untuk produksi film dari Hitmaker Studios setelah selama ini posisi sutradara film hampir semuanya dipegang oleh Jose Poernomo. Kejutan lainnya adalah tidak ada nama Shandy Aulia berperan di film ini, mengingat sejak awal Hitmaker Studios menayangkan film layar lebarnya selalu ada nama Shandy Aulia yang secara total telah terlibat di lima film Hitmaker Studios sebelumnya.

Film Sunshine Becomes You tayang di bioskop Indonesia pada 23 Desember 2015, dan berhasil masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2015 dengan perolehan 321.838 penonton dengan menempati urutan ke-12 di bawah film Tarot yang juga merupakan produksi film dari Hitmaker Studios. Jadi sama seperti di tahun 2014, maka di tahun 2015 ada dua film dari Hitmaker Studios yang berada dalam daftar 15 Film Indonesia terlaris. Dan film ini merupakan produksi Hitmaker Studios bersama E-Motion Entertainment, serta menampilkan Nabilah Ayu, Herjunot Ali dan Boy William untuk berperan dalam film tersebut.

07. The Doll

Rocky Soraya untuk pertama kalinya menjadi sutradara film dengan genre horor, setelah sebelumnya menyutradarai dua film drama, yaitu Chika di tahun 2008, dan Sunshine Becomes You pada tahun 2015. Sementara itu, Shandy Aulia kembali berperan di produksi Hitmaker Studios bersama dengan Denny Sumargo dan Sara Wijayanto. 

Film The Doll tayang di bioskop Indonesia pada 27 Oktober 2016, dan menjadi film ketujuh dari Hitmaker Studios yang berhasil masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris karena selama masa tayangnya berhasil meraih 550.252 penonton serta berada di posisi ke-15 film Indonesia terlaris di tahun 2016. Dan film The Doll menjadi film dari Hitmaker Studios pertama yang berhasil menembus angka 500 ribuan penonton, setelah sebelumnya hanya berada pada kisaran 300 ribuan penonton saja, kecuali film Rumah Kentang yang ada di angka 400 ribuan penonton.

08. The Doll 2

Di bulan Februari 2017, Hitmaker Studios mulai produksi untuk film kedelapan, yaitu The Doll 2, dan film ini menjadi film pertama bagi pasangan Yonna dan Eric Kairupan dari Visioner FX untuk terlibat disebuah produksi film layar lebar Indonesia sebagai special effects makeup artists. Dan film The Doll 2 menjadi film pertama dari Hitmakers Studios yang merupakan film sambungan atau franchise films, serta nantinya akan berupa The Doll universe. Urutan filmnya adalah The Doll (2016), kemudian The Doll 2 (2017), lalu spin-off film Sabrina (2019), dan The Doll 3 (2022).

Film The Doll 2 tayang pada 20 Juli 2017, dan di hari pertama penayangan berhasil mendatangkan 61.913 penonton ke bioskop. Rocky Soraya menjadi sutradara film ini, dan untuk pertama kalinya aktris Luna Maya terlibat di dalam produksi film Hitmaker Studios sebagai pemeran utama wanita. Kehadiran Luna Maya di produksi film Hitmaker Studios sekaligus menghentikan kemunculan dari aktris Shandy Aulia yang telah menjadi pemeran utama wanita dalam enam film Hitmaker Studios, yaitu Rumah Kentang (2012), 308 (2013), Mall Klender (2014), Rumah Gurita (2014), Tarot (2015), dan The Doll (2016). Dan di film The Doll 2, selain Luna Maya juga menampilkan Herjunot Ali, Sara Wijayanto, Ira Ilva Sari, dan Mega Carefansa serta Rydhen Afexi.

The Doll 2 memiliki biaya produksi sekitar 7 miliar rupiah, dan menjadi film pertama dari Hitmaker Studios yang berhasil menembus satu juta penonton dengan memperoleh 1.226.864 penonton selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, sehingga melewati jumlah penonton di film The Doll. Dan The Doll 2 masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2017 dengan berada di posisi ke-9.

09. Mata Batin

Setelah masa tayang dari film The Doll 2 selesai di bioskop Indonesia, maka di bulan Agustus 2017, Hitmaker Studios mulai produksi untuk film kesembilan mereka dengan genre horor, yaitu Mata Batin. Sutradara film adalah Rocky Soraya, dan untuk special effects makeup dilakukan oleh Yonna Kairupan dan team dari Visioner FX. Sementara untuk jajaran pemain film ada nama Jessica Mila, Denny Sumargo, Citra Prima, dan Bianca Hello serta Epy Kusnandar. Bagi Denny Sumargo, Mata Batin adalah film keempat dirinya terlibat di dalam film produksi dari Hitmaker Studios setelah film 308 (2013), Mall Klender (2014), dan The Doll (2016).

Biaya produksi film Mata Batin sekitar 10 miliar rupiah, dan selama masa tayangnya di bioskop berhasil mendatangkan 1.282.557 penonton. Film Mata Batin tayang pada 30 November 2017, dan masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2017 dengan berada di posisi ke-8. Hasil itu membuat Hitmaker Studios di tahun 2017 berhasil menjadikan dua filmnya sebagai film Indonesia yang paling banyak mendatangkan penonton ke bioskop Indonesia. Dan untuk ketiga kalinya Hitmaker Studios mampu membuat dua film produksinya berada di dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris, yaitu di tahun 2014, 2015 dan 2017.

10. Sabrina

Film Sabrina merupakan spin-off dari The Doll universe, dan tayang di bioskop Indonesia pada 12 Juli 2018. Rocky Soraya menjadi sutradara film Hitmaker Studios kesepuluh ini, dan Luna Maya kembali berperan sebagai aktris utama bersama Christian Sugiono, Sara Wijayanto, dan Jeremy Thomas. Dan untuk special effects makeup artist di film Sabrina adalah Yonna Kairupan dari Visioner FX, sekaligus menjadi kerjasama yang ketiga kalinya dengan Hitmaker Studios setelah film The Doll 2 dan Mata Batin di tahun 2017.

Selama masa tayangnya di bioskop Indonesia, film Sabrina dari Hitmaker Studios ini mampu mendatangkan 1.337.510 penonton ke bioskop dan masuk menjadi 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2018 dengan berada di posisi ke-11.

11. Mata Batin 2

Setelah kesuksesan film Mata Batin di tahun 2017, maka Hitmaker Studios membuat sekuel dari film tersebut dengan judul Mata Batin 2. Film Mata Batin 2 tayang di bioskop pada 17 Januari 2019, dan yang menjadi sutradara film adalah Rocky Soraya dengan Jessica Mila tetap sebagai pemeran utama wanita. Selain Jessica Mila ada nama Sophia Latjuba, Nabilah Ayu dan Jeremy Thomas serta Bianca Hello berperan di film Mata Batin 2. Untuk pengerjaan special effects makeup di film Mata Batin 2 ini masih dilakukan Yonna Kairupan dari Visioner FX.

Produksi film Mata Batin 2 sedikit lebih mahal dibandingkan film Mata Batin, yaitu sekitar 11 miliar rupiah. Namun, film Mata Batin 2 tidak dapat melampaui kesuksesan film Mata Batin, dan selama masa tayangnya di Indonesia berhasil mendatangkan 569.515 penonton ke bioskop. Dan untuk pertama kalinya film dari Hitmaker Studios tidak masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris karena berada di posisi ke-27.

12. Rumah Kentang: The Beginning

Setelah enam kali berturut-turut menjadi sutradara film bagi produksi Hitmaker Studios, maka di film yang keduabelas dari Hitmaker Studios posisi sutradara dipegang oleh Rizal Mantovani. Dan team Visioner FX tidak terlibat di produksi film ini, setelah empat kali bekerjasama dengan Hitmaker Studios sejak film The Doll 2, diikuti oleh film Mata Batin, Sabrina, dan Mata Batin 2.

Luna Maya kembali berperan di film Hitmaker Studios ini, bersama dengan Christian Sugiono dan Epy Kusnandar serta Jajang C. Noer. Film Rumah Kentang: The Beginning menjadi film Luna Maya ketiga dengan Hitmaker Studios setelah The Doll 2 dan Sabrina, serta film kedua dirinya berpasangan dengan Christian Sugiono setelah film Sabrina di 2018.

Rumah Kentang: The Beginning tayang di bioskop Indonesia pada 21 November 2019. Selama masa tayang di bioskop Indonesia, film Rumah Kentang: The Beginning berhasil meraih 574.992 penonton, dan berada di posisi ke-26 dari seluruh film Indonesia yang tayang di bioskop pada tahun 2019 tersebut.

13. The Doll 3

Film The Doll 3 mulai produksinya itu di akhir bulan Februari 2020, tetapi akibat adanya COVID-19 dan PSBB maka syuting film dihentikan dahulu di pertengahan Maret 2020. Baru dilanjutkan kembali di bulan Desember 2020, dan selesainya di bulan Februari 2021. Namun, akibat masih berlakunya PSBB sehingga film The Doll 3 baru ditayangkan pada 26 Mei 2022.

Rocky Soraya kembali menjadi sutradara filmnya, dan Yonna Kairupan dari Visioner FX bertindak sebagai special effects makeup, tetapi kali ini tidak full satu film pada saat produksinya akibat sakit terkena bakteri TBC yang menyerang tulang belakang sehingga digantikan oleh makeup artist lain selama proses kesembuhannya.

Jessica Mila menjadi pemeran utama wanita di film The Doll 3, sehingga secara total dirinya telah bermain di tiga film dari Hitmaker Studios. Selain itu ada nama Winky Wirawan, Masayu Anastasia, Sara Wijayanto, dan Jeremy Thomas.

Setelah dua kali gagal meraih satu juta penonton di dua film terakhir, maka kali ini Hitmaker Studios berhasil mendatangkan 1.767.049 penonton ke bioskop selama masa tayang film The Doll 3 di bioskop Indonesia. Angka itu sekaligus menjadi jumlah penonton film terbanyak yang pernah didapatkan Hitmaker Studios setelah satu dekade hadir di dalam industri film Indonesia, walau sekarang sudah terpecahkan oleh film Hitmaker Studios lainnya. Dan film The Doll 3 kembali mengantarkan Hitmaker Studios untuk masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2022 dengan berada di posisi ke-9.

14. Argantara

Di tahun 2022, Hitmaker Studios menayangkan dua film layar lebarnya di bioskop Indonesia. Pertama adalah The Doll 3, dan yang kedua merupakan film drama aksi remaja berjudul Argantara dengan Guntur Soeharjanto sebagai sutradara filmnya serta tayang di Indonesia pada 29 Desember 2022.

Argantara menjadi film keempatbelas dari Hitmaker Studios, dan menampilkan Aliando Syarief, Natasha Wilona, Teuku Rassya, dan Jeremy Thomas untuk berperan di film tersebut. Dan selama masa tayangnya di Indonesia  berhasil meraih 1.101.359 penonton ke bioskop sehingga masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris 2022 dengan berada di peringkat ke-14. Jadi di tahun 2022, Hitmaker Studios kembali memasukkan dua filmnya di dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris seperti di tahun 2014, 2015 dan 2017 lalu.

15. Indigo: Do You See What I See?

Indigo menjadi film kedelapan untuk Rocky Soraya bertindak sebagai sutradara buat produksi Hitmaker Studios, dan Yonna Kairupan dari Visioner FX kembali bertugas sebagai special effects makeup. Dan kerjasama antara Visioner FX dengan Hitmaker Studios telah berjalan untuk enam film sejak tahun 2017, dan hanya satu film yang gagal meraih satu juta penonton, yaitu Mata Batin 2 (2019) saja.

Film Indigo: Do You See What I See? merupakan kerjasama antara Hitmaker Studios dengan Legacy Pictures, dan tayangnya pada 19 Oktober 2023, serta berhasil mendatangkan 1.015.231 penonton ke bioskop. Namun, walau dapat meraih satu juta penonton, tapi Indigo tidak berhasil masuk ke dalam daftar 15 Daftar Film Indonesia Terlaris tahun 2023 karena berada di posisi ke 19.

Di produksi film kali ini, Hitmaker Studios tidak memakai aktris yang sering tampil dalam film mereka, seperti Luna Maya atau Jessica Mila, melainkan ada satu nama baru, yaitu Amanda Manopo. Dan untuk pemeran pria adalah Aliando Syarief, didampingi oleh Sara Wijayanto dan Nicole Rossi. Bagi Sara Wijayanto, Indigo menjadi filmnya yang keenam bersama dengan Hitmaker Studios.

16. Panggonan Wingit

Sama seperti di tahun 2022, maka Hitmaker Studios di tahun 2023 menayangkan dua film dalam satu tahun. Selain Indigo: Do You See What I See?, ada satu film horor lagi berjudul Panggonan Wingit dengan Guntur Soeharjanto sebagai sutradara film dan tayang pada 30 November 2023 di bioskop Indonesia. Panggonan Wingit merupakan kerjasama antara Hitmaker Studios dengan Legacy Pictures meraih 1.800.003 penonton selama tayang di bioskop Indonesia, dan berhasil masuk ke dalam daftar 15 Film Indonesia Terlaris tahun 2023 dengan berada diurutan ke-10. Dan jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan film Sabrina, tetapi masih di bawahnya film The Doll 3.

Panggonan Wingit kembali bersama dengan Luna Maya dan Christian Sugiono serta Bianca Hello di jajaran cast filmnya, dan ada nama aktor Egi Fedly juga. Ini menjadi film keempat bagi Luna Maya bersama dengan Hitmaker Studios, sekaligus film ketiganya berpasangan dengan Christian Sugiono setelah Sabrina (2018) dan Rumah Kentang: The Beginning (2019).

Akhir kata, sementara ini Hitmaker Studios telah menayangkan 16 produksi film layar lebarnya di bioskop Indonesia sejak tahun 2012, dan Visioner FX terlibat di dalam enam produksi filmnya sejak tahun 2017 hingga tahun 2023, yaitu The Doll 2 (2017), Mata Batin (2017), Sabrina (2018), Mata Batin 2 (2019), The Doll 3 (2022), dan Indigo: Do You See What I See? (2023). Semoga kerjasama dengan Hitmaker Studios ini akan berlanjut, tetapi misalkan tidak pun, kami tetap menghaturkan rasa terima kasih kepada Hitmaker Studios terutama kepada pak Rocky Soraya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk dapat terjun dan terlibat di dalam industri film Indonesia. Terima kasih, dan salam Visioner!


Bahan bacaan:

https://hitmakerstudios.com/

https://id.wikipedia.org/wiki/Hitmaker_Studios




    






Friday, December 15, 2023

Gasing Tengkorak

Setelah selesai dari produksi film The Doll 2, kami berdua kembali sibuk dengan event untuk Kompi Zombie. Sebenarnya ketika syuting film The Doll 2 juga event dari Kompi Zombie tetap berjalan, jadi paralel antara Visioner FX dengan team Kompi Zombie. Tetapi jujur saja, saat itu kami berdua tidak tahu apakah setelah selesai dengan film The Doll 2 maka Visioner FX akan terus mendapatkan projek film lagi, atau hanya one hit wonder and gone. Kalau untuk Kompi Zombie sih aman, saat itu event kerap kali berdatangan kepada kami, dan itu hasil dari keseriusan kami di dalam handled event sehingga para klien happy dengan hasilnya. Baik dari segi makeup zombie, dan juga para talent zombie kami. Hingga pada suatu malam saya menerima telepon...

Pada suatu malam di bulan Juli 2017, saya menerima telepon dari nomor tidak dikenal, dan penelpon mengatakan bahwa dia merupakan perwakilan dari K2K Pictures yang saat itu memerlukan talent zombie untuk muncul di produksi filmnya. Habis perkenalan singkat, lalu penelpon menceritakan maksud dari teleponnya itu, dan seperti biasa diikuti dengan pertanyaan mengenai rate card alias harga. Saya lalu menanyakan treatment yang dihendaki oleh team produksi berkaitan dengan kemunculan zombie nantinya, dan jadwal syuting berapa lama serta lokasinya di mana. Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan tadi, maka saya katakan segera akan memberikan kabar. Telepon selesai, lalu saya berdiskusi dengan Yonna mengenai penawaran tadi sekaligus kalkulasi mengenai harga yang akan kami ajukan ke K2K Pictures.

Setelah itu saya Google nama K2K Pictures, dan baru menyadari bahwa itu adalah perusahaan film milik K.K. Dheeraj yang biasanya membuat film-film horor esek-esek dan horor komedi berbumbu seks serta biasanya ada adegan buka-bukaan dengan judul film yang mesum bila dibaca. Misalnya film dengan judul; "Mas Suka, Masukin Aja" atau "Anda Puas, Saya Loyo" lalu "Pocong Mandi Goyang Pinggul" kemudian "Pelukan Janda Hantu Gerondong" dan masih banyak lagi.

Namun, semua judul film yang aneh dan mesum itu ketika masih bernama K2K Productions. Didirikan sejak tahun 2006, dan membuat film horor pertamanya pada tahun 2007 dengan judul Gendoruwo. Nama K2K Productions digunakan terakhir pada tahun 2012 setelah memproduksi film horor, malam Suro di Rumah Darmo. Kemudian berganti nama menjadi K2K Pictures sewaktu membuat film berjudul Jokowi yang didedikasikan untuk pak Joko Widodo pada tahun 2013, dan semenjak itu tidak lagi membuat film horor komedi mesum melainkan mulai berubah dengan membuat film serius.

Di tahun 2017, K2K Pictures berganti nama menjadi Dee Company dan mengubah image menjadi production house yang kompeten di dalam membuat film horor serius, dan projek pertamanya adalah film berjudul Gasing Tengkorak yang melibatkan kami ini.

Esok harinya saya menghubungi pihak K2K Pictures dan terjadi negosiasi yang cukup alot, bahkan sampai ada tiga orang yang melakukan komunikasi dengan saya. Hingga akhirnya tercapai kesepakatan antara kami dengan K2K Pictures, dan proses administrasi selesai. Baru saya menghubungi team, dan menanyakan siapa saja yang available waktunya untuk bisa ikutan syuting karena di sini melibatkan team special effects makeup dan juga team talents buat zombie.

Setelah semua persiapan aman, maka di hari H-nya kami berangkat menuju lokasi syuting. Total hari untuk syuting film Gasing Tengkorak adalah 12 hari, dan 10 hari berada di daerah Bojong Koneng, Bogor. Sementara sisa harinya buat syuting di Jakarta, dan satu hari syuting penuh di kawasan Studio Alam TVRI, Depok. Dan kami dipanggil buat syuting saat pengambilan gambar di Studio Alam TVRI tersebut, sejak siang sampai dini hari.

Sutradara film Gasing Tengkorak adalah mas Jose Poernomo, dan ini juga menjadi film horor pertama yang diperankan oleh aktris Nikita Willy. Selain Nikita Willy, film Gasing Tengkorak juga dibintangi oleh Rendi Bragi dan Voke Victoria serta Vebby Palwinta. Untuk plot cerita dan daftar pemeran film Gasing Tengkorak, dapat dilihat dari tautan yang ada di bawah ini:

https://id.wikipedia.org/wiki/Gasing_Tengkorak

Di film Gasing Tengkorak, team Visioner FX yang terlibat adalah special effects makeup dan zombie talents dengan konsep zombie itu seperti zombie di game Resident Evil. Adegan zombie langsung diarahkan oleh saya di lokasi syuting, termasuk blocking area dan gerakannya. Lalu setelah semua siap, maka kami rehearsal dulu sekitar dua atau tiga kali sebelum mulai syuting. Dan setelah oke serta mas Jose Poernomo setuju dengan blocking juga gerakannya, baru adegan tersebut mulai di syuting. Alhamdulillah proses syuting berjalan lancar, dan diulang sekali lagi untuk stock film shot serta ada pengambilan gambar wajah zombie secara close-up. Selesai syuting sekitar jam setengah 3 pagi, dan sesudah beberes maka saya bersama Yonna lalu pulang ke rumah.

Namun, sebelumnya ada sedikit miskomunikasi karena mas Jose rupanya ingin makeup zombie yang clean atau less bloody supaya luka di wajah zombie itu terlihat. Hanya saja hal tersebut tidak disampaikan kepada kami oleh team penyutradaraan, sehingga kami masih berpatokan kepada pesan dari produser yang ingin zombie ala game Resident Evil. Tetapi hal tersebut dapat diselesaikan, dan tidak menjadi masalah.

Untuk mengetahui para crew dari film Gasing Tengkorak, dapat buka tautan berikut ini:

https://www.imdb.com/title/tt7485004/fullcredits/?ref_=tt_cl_sm

Film Gasing Tengkorak tayang di bioskop Indonesia pada 2 November 2017, dan selama  masa tayangnya berhasil meraih 422.330 penonton. Merupakan produksi Dee Company bersama dengan MD Pictures, dan di dalam daftar urutan film terlaris Indonesia tahun 2017 berada di posisi ke 27.

Terima kasih sudah membaca, dan tetap stay tune jangan kemana-mana serta monitor blog menarik ini. Salam Visioner!







Thursday, December 14, 2023

Sutradara Film Indonesia dengan 1 Juta Penonton: Parte Uno

Salam Visioner!

Berikut di bawah ini adalah daftar nama dari sutradara film Indonesia yang berhasil mendatangkan satu juta penonton atau lebih ke bioskop selama masa tayang filmnya di Indonesia dari periode edar film di tahun 2007 sampai dengan sekarang. Sejauh ini tercatat baru ada 50 nama sutradara film Indonesia yang berhasil mencapai angka tersebut, hitungan dimulai sejak tahun 2007 saat pencatatan angka jumlah penonton film Indonesia sudah terdokumentasi dengan baik. Dan 51 nama sutradara tersebut bila diurutkan sesuai abjad adalah sebagai berikut:

  1. Angga Dwimas Sasongko
  2. Anggy Umbara
  3. Arie Azis 
  4. Aris Nugraha
  5. Asep Kusnidar
  6. Awi Suryadi
  7. Azhar Kinoi Lubis
  8. Bayu Skak
  9. Bene Dion Rajagukguk
  10. Benni Setiawan
  11. Bobby Prasetyo
  12. Chaerul Umam (1943-2013)
  13. Charles Gozali
  14. Deddy Mizwar
  15. Dedy Mercy
  16. Dimas Djayadiningrat
  17. Ernest Prakasa
  18. Fajar Bustomi
  19. Fajar Nugros
  20. Faozan Rizal
  21. Gareth Evans
  22. Gina S. Noer 
  23. Ginanti Rona
  24. Guntur Soeharjanto
  25. Hadrah Daeng Ratu
  26. Hanung Bramantyo
  27. Ifa Isfansyah
  28. Johansyah Jumberan
  29. Joko Anwar
  30. Jose Poernomo
  31. Key Mangunsong
  32. Kimo Stamboel
  33. Kuntz Agus
  34. Monty Tiwa
  35. Ody C. Harahap
  36. Pidi Baiq
  37. Putrama Tuta
  38. Raditya Dika
  39. Rako Prijanto
  40. Rano Karno
  41. Riri Riza
  42. Rizal Mantovani
  43. Rocky Soraya
  44. Rudi Aryanto
  45. Rudi Soedjarwo
  46. Sidharta Tata
  47. Sunil Soraya
  48. Timo Tjahjanto
  49. Umay Shahab
  50. Upi
  51. Yandy Laurens

Dari 50 sutradara yang pernah membuat film Indonesia dengan meraih 1 juta penonton atau lebih, terdapat 5 nama sutradara wanita, yaitu:

  • Arie Azis
  • Gina S. Noer
  • Ginanti Rona
  • Hadrah Daeng Ratu
  • Key Mangunsong
  • Upi

Nama-nama di bawah ini adalah sutradara film layar lebar Indonesia yang berhasil meraih satu juta penonton atau lebih dengan minimal 6 film, sejak tahun 2007 hingga sekarang:

  1. Hanung Bramantyo - 9 film
  2. Rizal Mantovani - 8 film
  3. Anggy Umbara - 8 film
  4. Awi Suryadi - 6 film
  5. Guntur Soeharjanto - 6 film
  6. Rocky Soraya - 6 film

Daftar nama akan selalu diperbaharui sesuai dengan informasi film terbaru yang beredar dan memenuhi kriteria satu juta penonton. Dan untuk jumlah angka yang di bold itu artinya perolehan penonton terbanyak selama karirnya sebagai sutradara di dalam industri film Indonesia sejak tahun 2007 sampai hari ini.

01. HANUNG BRAMANTYO

1. Miracle in Cell No. 7
    Tayang tahun 2022
    Penonton sebanyak 5.860.917
    Produksi Falcon Pictures

2. Bumi Manusia
    Tayang tahun 2019
    Jumlah penonton 1.316.583
    Produksi Falcon Pictures

3. Habibie & Ainun 3
    Tayang tahun 2019
    Penonton berjumlah 2.245.576
    Produksi MD Pictures

4. Surga Yang Tak Dirindukan 2 
    Tayang tahun 2017
    Penonton totalnya 1.637.472
    Produksi MD Pictures

5. Rudy Habibibe: Habibie & Ainun 2
    Tayang tahun 2016
    Penonton berjumlah 2.012.025
    Produksi MD Pictures

6. Sang Pencerah
    Tayang tahun 2010
    Jumlah penonton 1.108.600
    Produksi MVP Pictures

7. Get Married 2
    Tayang tahun 2009
    Penonton berjumlah 1.199.161
    Produksi StarVision

8. Ayat-Ayat Cinta
    Tayang tahun 2008
    Penonton sebanyak 3.676.135
    Produksi MD Pictures

9. Get Married
    Tayang tahun 2007
    Jumlah penonton 1.389.454
    Produksi StarVision


02. RIZAL MANTOVANI

1. Kuntilanak 3
    Tayang tahun 2022
    Jumlah penonton 1.313.304
    Produksi MVP Pictures

2. Kuntilanak 2
    Tayang tahun 2019
    Penonton berjumlah 1.316.583
    Produksi MVP Pictures

3. Eiffel I'm in Love 2  
    Tayang tahun 2018
    Jumlah penonton 1.008.392
    Produksi Soraya Intercine Films

4. Kuntilanak 
    Tayang tahun 2018
    Penonton 1.236.000
    Produksi MVP Pictures

5. Jailangkung 2*
    Tayang tahun 2018
    Penonton berjumlah 1.498.635
    Produksi Sky Media & Legacy Pictures

6. Jailangkung*
    Tayang tahun 2017
    Penonton sebanyak 2.550.571
    Produksi Screenplay Films & Legacy Pictures

7. 5 CM
    Tayang tahun 2012
    Penonton sebanyak 2.402.170
    Produksi Soraya Intercine Films   

8. Air Terjun Pengantin 
    Tayang tahun 2009
    Penonton berjumlah 1.060.058
    Produksi Maxima Pictures & Dreamscape Pictures 

* Co-Director with Jose Poernomo


03. ANGGY UMBARA

1. Siksa Neraka
    Tayang tahun 2023
    Jumlah penonton 2.605.450
    Produksi Dee Company

2. Khanzab 
    Tayang tahun 2023
    Jumlah penonton 1.166.706
    Produksi Dee Company

3. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur*  
    Tayang tahun 2018
    Penonton berjumlah 3.346.185
    Produksi Soraya Intercine Films

4. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2  
    Tayang tahun 2017
    Penonton totalnya 4.083.190
    Produksi Falcon Pictures

5. Comic 8: Casino Kings Part 2 
    Tayang tahun 2016
    Penonton totalnya 1.863.541
    Produksi Falcon Pictures

6. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1
    Tayang tahun 2016
    Penonton sebanyak 6.858.616
    Produksi Falcon Pictures                           

7. Comic 8: Casino Kings Part One 
    Tayang tahun 2015
    Penonton berjumlah 1.211.820
    Produksi Falcon Pictures                           

8. Comic 8
    Tayang tahun 2014
    Jumlah penonton 1.624.067
    Produksi Falcon Pictures  

* Co-Director with Rocky Soraya


04. AWI SURYADI

1. Kisah Tanah Jawa: Pocong Gundul 
    Tayang tahun 2023
    Penonton  berjumlah 1.684.624
    Produksi MD Pictures

2. KKN di Desa Penari  
    Tayang tahun 2022
    Penonton sebanyak 10.061.033
    Produksi MD Pictures & Pichouse Films

3. Danur 3: Sunyaruri  
    Tayang tahun 2019
    Jumlah penonton 2.416.691
    Produksi MD Pictures & Pichouse Films

4. Asih 
    Tayang tahun 2018
    Penonton berjumlah 1.6318.338
    Produksi MD Pictures & Pichouse Films

5. Danur 2: Maddah 
    Tayang tahun 2018
    Jumlah penonton 2.572.871
    Produksi MD Pictures & Pichouse Films                      

6. Danur: I Can See Ghosts
    Tayang tahun 2017
    Penonton berjumlah 2.736.157
    Produksi Pichouse Films 


05. GUNTUR SOEHARJANTO

1. Panggonan Wingit  
    Tayang tahun 2023
    Penonton berjumlah 1.800.003
    Produksi Hitmaker Studios & Legacy Pictures

2. Suzzanna: Malam Jumat Kliwon 
    Tayang tahun 2023
    Penonton totalnya 2.189.363
    Produksi Soraya Intercine Films

3. Argantara  
    Tayang tahun 2022
    Jumlah penonton 1.101.359
    Produksi Hitmaker Studios                           

4. Makmum 2 
    Tayang tahun 2021
    Penonton berjumlah 1.764.372
    Produksi Dee Company                          

5. Ayat-Ayat Cinta 2 
    Tayang tahun 2017
    Penonton sebanyak 2.840.159
    Produksi MD Pictures                      

6. 99 Cahaya di Langit Eropa
    Tayang tahun 2013
    Jumlah penonton 1.189.709
    Produksi Maxima Pictures


 06. ROCKY SORAYA

1. Indigo  
    Tayang tahun 2023
    Penonton totalnya 1.015.231
    Produksi Hitmaker Studios & Legacy Pictures

2. The Doll 3 
    Tayang tahun 2022
    Penonton berjumlah 1.767.049
    Produksi Hitmaker Studios

3. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur* 
    Tayang tahun 2018
    Penonton sebanyak 3.346.185
    Produksi Soraya Intercine Films                         

4. Sabrina 
    Tayang tahun 2018
    Jumlah penonton 1.337.510
    Produksi Hitmaker Studios                          

5. Mata Batin 
    Tayang tahun 2017
    Penonton berjumlah 1.282.557
    Produksi Hitmaker Studios                     

6. The Doll 2
    Tayang tahun 2017
    Penonton total adalah 1.226.864
    Produksi Hitmaker Studios
   
* Co-Director with Anggy Umbara

Sementara sampai di sini dahulu data mengenai sutradara film Indonesia yang berhasil meraih satu juta penonton atau lebih sebanyak minimal enam film, dan ini disebut sebagai Parte Uno atau Part One. Stay tune for more interesting fun facts, dan salam Visioner!

Tahun Terlibat di Dalam Produksi Film

Sebelumnya sudah diinformasikan film layar lebar di mana Yonna dan Eric Kairupan terlibat dalam produksinya, dan kapan film layar lebar ters...